Travelling
Damainya Peucang dan Handeleum di Ujung Kulon
17/03/2015
0
, , , ,
Pulau Peucang Ujung Kulon

Tenang, damai dan indah mungkin itu yang dirasakan ketika berkunjung ke pulau yang diberi nama “Peucang” ini. Seketika capek dan penat selama perjalanan dari ibukota serta titipan strest dan depresi dihari-hari sebelumnya terbayarkan dengan apa yang disuguhkannya.

Pulau yang bersih dan asri, mungkin saja karena posisinya yang memang susah diakses lewat jalur darat (atau memang tidak bisa) sehingga pengunjung yang datang terbatas membuat pulau ini jauh dari tangan-tangan jahil.

Bagi pecinta travelling yang suka tema laut, pantai, berkemah, snorkling, kanoying, bisa jadi tempat ini menjadi salah satu “racun” (destinasi wajib) yang harus dikunjungi, kenapa? karena spot-spot tersebut hampir semuanya tersedia, tinggal pilih sesuai keinginan.

Secara administratif pulau ini masuk kedalam kawasan Taman Nasional Ujung Kulon kabupaten Pandeglang Banten. Dari Ibukota Jakarta salahsatunya dapat diakses dengan rute Terminal Kampung Rambutan – Serang – Desa Sumur Pandeglang sebagai desa terakhir sebelum selanjutnya melanjutkan perjalanan dengan menggunakan kapal penangkap ikan yang telah dimodifikasi menjadi kapal wisata. Lama perjalanan darat memakan waktu 4-7 jam dan perjalanan laut 4-6 jam tergantung situasi dan kondisi.

Selama perjalanan dari Serang menuju Desa Sumur juga disuguhkan pemandangan pantai yang tak kalah indah, makanya tidak dianjurkan merem sedikitpun selama perjalanan tersebut.

Di desa terakhir juga tersedia sejenis homestay (biasanya milik yang kapalnya kita sewa), tempat rehat sejenak sembari mempersiapkan perlengkapan dan kebutuhan di pulau nantinya (sehabis titik ini tidak bisa berbelanja apapun). Bisa mandi, minum air hangat atau sembari rehat di hammock yang dipasang dibawah pohon rindang.

Sedapat mungkin untuk berangkat pagi ketika memulai perjalanan laut menuju pulau Peucang ini, agar seluruh destinasi yang dilewati selama perjalanan dapat terekam dan dinikmati dengan maksimal serta tidak kemalaman untuk mencari lokasi camping.

Dari pelabuhan kita akan diantarkan menggunakan perahu kecil menuju perahu yang lebih besar dengan kapasitas lebih kurang 25 orang. Dari sini bagi para penggemar fotografi sudah boleh memulai memanaskan senapan mesinnya.

Kapal yang digunakan pada trip kali ini relatif bersih dan kokoh, ditambah pemilik kapal dan abknya (merangkap pemandu) boleh dibilang cukup care terhadap para tamunya. Tak heran disela perjalanan sering terdengar candaan atau pertanyaan kepada para pemandu ini.

Struktur kapal yang telah di modifikasi sedemikian rupa memudahkan para penumpangnya leluasa bergerak kesana kemari, boleh ke depan, belakang, atau ke atap sekalipun tanpa ada yang menghalangi pemandangan.

Diawal perjalanan kita akan disuguhkan pemandangan pelabuhan dan pulau pertama, dengan latar belakang jaring-jaring apung milik nelayan dan garis pantai yang sepertinya didominasi wilayah perbukitan sebelum akhirnya sampai ke pulau kedua yaitu pulau Handeleum.

Pulau Peucang Ujung Kulon

Dua sampai tiga jam perjalanan berlalu akhirnya tibalah di sebuah pelabuhan mini pulau Handeleum, disini boleh dibilang sebagai  salah satu spot terbaik bagi yang doyan fotografi. Sayangnya waktu kedatangan saat itu matahari sedang berada tepat diatas kepala sehingga belum mendapatkan hasil yang maksimal untuk foto landscape.

Dipulau ini kita dapat menjelajahi  pantainya yang biru kehijauan serta hutan-hutan kecil dengan vegetasi flora yang unik menyerupai lorong goa.

Pulau selanjutnya ke tujuan utama yaitu Peucang, sebelum sampai ke pulau bisa melakukan snorkling di beberapa spot indah. Biasanya para pemandu kapal akan mengantarkan ke titik-titik tersebut.

Setibanya di Pulau Peucang (1-2 jam perjalanan) dari pulau Handeleum kita disuguhkan kembali pemandangan pantainya yang eksotik, air yang biru kehijauan serta terlihat hewan-hewan yang tidak biasa seperti rusa dan lainnya berkeliaran bebas di sekeliling dermaganya.

Spot ini juga dapat dimanfaat kan untuk berburu foto, bagi pasukan selfie garis keras bisa sepuasnya foto bareng kawanan fauna bersahabat tersebut.,, hihi..

Sebelum hari mulai gelap disarankan untuk segera mencari lokasi camping buat beristirahat malam, lokasinya tidak terlalu jauh dari dermaga pulau. Bisa memilih benar-benar di pinggir pantai atau sedikit masuk ke hutan jika khawatir ombak pasang di malam hari.

Sebagai info tambahan minimal waktu yang diperlukan untuk perjalanan tersebut adalah 2 hari 3 malam. Dikarenakan kita harus ngecamp di pulau. Bawalah perbekalan secukupnya seperti makanan, dan air sebelum berangkat, serta jangan lupa lotion anti nyamuk. Manage waktu semaksimal mungkin, spot terlalu banyak sedangkan waktu terbatas jadi buatlah skala prioritas.

Selamat berlibur…..

Hal-hal menarik dari destinasi ini:

Wisata bawah air 80%
Wisata Pantai 90%
Camping dan Kanoying 70%
0

About author

AWI

Menulis, bermimpi, memotret dan travelling adalah salah satu cara menikmati hidup. Admin salah satu komunitas fotografi travelling di Ibukota. Tertarik pada tema-tema ke-Indonesiaan, adat istiadat, seni budaya, serta hal-hal yang dapat menginspirasi banyak orang.Temui & Ikuti di Instagram | Facebook

Item terkait:

/ You may check this items as well

Wisata Kota Tua Jakarta

Romantisme di Kota Tua Jakarta

Selanjutnya >>
Sungai Musi Jembatan Ampera

Mencicipi wisata sungai Musi dan jembatannya "Ampera "

Selanjutnya >>
Panjat Tebing Bukit kandis

Eksplore Bukit Kandis, tebing eksotik bagi pemanjat

Selanjutnya >>

There are 0 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *